Tingkatkan Kinerja, UPP Kelas II Tahuna Siap Dikritik 

Plt. Kepala UPP Kelas II Tahuna, Melfrid Palenewen
Plt. Kepala UPP Kelas II Tahuna, Melfrid Palenewen

NUSANTARA1.ID – Keterbukaan dan integritas instansi terus menjafi komitmen Unit Penyelenggara Pelabuhan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Masyarakat dengan leluasa bisa melayangkan kritik dan masukan terkait dengan pelayanan yang dilakukan UPP.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPP Kelas II Tahuna, Melfrid Palenewen, mengungkapkan kritik dan masukan tentang aktivitas pelayaran yang tidak sesuai dengan prosedur di wilayah kerjanya juga dapat dikritisi masyarakat.

“UPP Kelas II Tahuna terbuka terhadap masukan dan kritikan, terutama terkait dengan pelayanan yang dilakukan” ungkap Melfrid saat ditemui di ruang kerjanya (hari/tanggal, bulan dan tahun).

Bacaan Lainnya

Terhadap masukan dan kritikan, kata Melfrid, dapat disampaikan langsung ke bagian pelayanan di UPP atau langsung kepada dirinya.

Dari pandangannya, setiap masukan dan kritikan merupakan sebuah bentuk penilaian atas apa yang dilakukan oleh pihaknya terkait dengan tugas, pokok dan fungsi.

“Masyarakat tidak perlu takut atau sungkan jika ingin menyampaikan sesuatu terutama terkait dengan pelayanan yang kami lakukan. Silahkan sampaikan ke saya langsung” tegasnya.

Hal itu dilakukan untuk memperkecil kemungkinan pelanggaran, terutama untuk aktivitas pelayaran, muatan dan berbagai pelanggaran lainnya yang berada di wilayah kerja UPP Kelas II Tahuna.

Bahkan ia mengaku bahwa tugas pelayanan dan pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya belum maksimal sehingga masih sangat membutuhkan bantuan dan pandangan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat.

“Maka keterlibatan masyarakat yang proaktif ikut membantu mengawasi itu sangat diperlukan. Silahkan buat laporan dan sampaikan ke kami jika ada indikasi pelanggaran hukum terhadap aktivitas pelayaran, muatan barang dan lainnya” ujar Melfrid.

Dengan jumlah SDM yang terbatas dan wilayah kerja yang cukup luas, tidak bisa dipungkiri hal itu juga memengaruhi pelaksanaan tupoksi yang kurang maksimal. Namun demikian, semangat kerja dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi terus diupayakan tetap terjaga.

“Prinsip kami bekerja saat ini istilahnya jemput bola, tidak hanya menunggu di kantor dan melaksanakan tupoksi, namun kami juga berusaha untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan turun langsung ke lapangan,” kuncinya. (*)

Pos terkait