NUSANTARA1.ID – Kabar mengejutkan datang dari konflik Israil dengan Palestina. Yakni, empat negara sekutu Amerika Serikat (AS), mengakui kemerdekaan Palestina.
Keempat negara tersebut adalah, Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal yang mana pengakuannya disampaikan pada Ahad 21 September 2025, menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa pekan ini.
Keputusan empat negara tersebut semakin menambah daftar panjang 140 negara lain, yang juga mendukung pembentukan negara Palestina.
Kabar lain yang beredar bahwa, Perancis juga disebut akan segera mengakui negara Palestina pekan ini. Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan mengatakan bakal membuka Kedutaan Besar jika semua sandera sudah dibebaskan dari Gaza.
Lalu apa yang menjadi alasan empat negara tersebut mengakui negara Palestina?
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengatakan pengakuan negara Palestina adalah untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel.
Pernyataannya yang diunggah di laman resmi pemerintah Inggris, Starmer mengatakan krisis kemanusiaan di Gaza telah mencapai titik terendah.
“Pengeboman di Gaza selama beberapa pekan terakhir, kelaparan dan kehancuran ini benar-benar tidak dapat ditoleransi. Termasuk ribuan orang saat mereka mencoba mengumpulkan air. Kematian dan kehancuran ini membuat kita semua ngeri. Ini harus berakhir,” kata Starmer.
PM Australia Anthony Albanese menegaskan bahwa siklus kekerasan yang terjadi di Gaza, harus dihentikan.
“Sekarang waktunya. Kita tidak bisa menonton apa yang terjadi di sana dan tidak memberikan tanggapan. Yang dapat kami lakukan adalah menggunakan pernyataan ini bersama mitra lain, untuk membuat deklarasi ini,” ungkap Albanese, dikutip dari ABC.
Dalam deklarasi tersebut dinyatakan bahwa Australia mengakui ‘aspirasi sah dan lama rakyat Palestina untuk memiliki negara mereka sendiri’.
“Tindakan pengakuan ini mencerminkan komitmen jangka panjang Australia terhadap solusi dua negara, yang selalu menjadi satu-satunya jalan menuju perdamaian dan keamanan abadi bagi rakyat Palestina dan Israel,” kata dia.
Senada dengan Inggris dan Australia, pemerintah Kanada menegaskan pengakuan Negara Palestina adalah untuk mendukung solusi dua negara demi perdamaian abadi di Timur Tengah.
“Kebijakan ini (solusi dua negara) menciptakan Negara Palestina yang berdaulat, demokratis, dan layak, yang membangun masa depannya dalam perdamaian dan keamanan bersama Negara Israel,” demikian pernyataan PM Kanada Mark Carney.
Sementara itu Portugal menegaskan pengakuan negara Palestina adalah wujud fundamental dari kebijakan luar negeri negara tersebut. Portugal juga mendesak gencatan senjata segera di Jalur Gaza. (*)
![Palestina1 Ilsutrasi. Empat negara sekutu AS mengakui kemerdekaan Palestina. [foto:ist/ayo bandung]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/09/Palestina1.png)
![Kapal Pengangkut Material Kapal Tongkang memuat kabel yang nantinya digunakan untuk menghubungkan listrik ke Pulau Dudepo. Saat ini, kapal tersebut sudah di Pelabuhan Anggrek. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Kapal-Pengangkut-Material-200x112.jpg)

![Rusli Habibie Anggota Komisi XII DPR RI Rusli Habibie. [foto:dok/tangkapan layar]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Rusli-Habibie-200x112.jpg)


![001 Kapolda HUT Bhayangkara Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo membacakan amanat presiden saat upacara HUT Bhayangkara ke-80. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/001-Kapolda-HUT-Bhayangkara-200x112.png)

