Ibu Korban Dugaan Pemerasan dan Pelecehan Menemui Kapolda, Ini yang Diminta

Keluarga korban saat datang menemui Polda Gorontalo, Senin 25 Agustus 2025. [fikarbuntuan/nusantara1.id]
Keluarga korban saat datang menemui Polda Gorontalo, Senin 25 Agustus 2025. [fikarbuntuan/nusantara1.id]

NUSANTARA1.ID – Keluarga A, mahasiswi korban dugaan pemerasan dan persetubuhan oleh salah satu anggota polisi dari Polres Bone Bolango melakukan protes terhadap polisi karena merasa kasus anak mereka tak kunjung selesai.

Keluarga korban itu datang berbondong-bondong ke Polda Gorontalo, Senin 25 Agustus 2025 dengan tujuan menyampaikan keres mereka.

Usai Salat Dzuhur, momen yang dinantikan keluarga pun terjadi. Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Widodo dan ibu korban, NA bertemu secara tatap muka.

Bacaan Lainnya

Di momen itu, NA dengan suara lantang sembari menangis histeris meminta kapolda memberikan perhatian lebih terhadap kasus anaknya.

“Pak tolong, pak, anak saya, pak. Kasihan anak saya ini, tolong, kasus polisi yang setubuhi anak saya tidak jalan,” ungkapnya, dengan berlinang air mata.

“Beri kami keadilan, kasihan anak saya,” sambung dia.

Keluarga menilai proses hukum yang berlangsung sejak dilaporkan pada Mei 2025 lalu dan telah dilimpahkan ke Polda Gorontalo itu sangat lamban.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menjalankan proses sesuai prosedur dan hukum yang berlaku.

“Kami juga sedang proses untuk kasus ini, sudah 90 persen ditangani. Segera akan disidangkan,” ungkapnya.

Desmont menyebut, pihak kepolisian juga sudah memeriksa sejumlah saksi untuk mendukung pendalaman kasus.

“Kami juga sudah periksa 7 saksi dalam kasus ini,” pungkasnya. (*)

Pos terkait