Lapak UMKM Hadir pada CFD, Dorong Ekonomi Mikro Lokal

Salah satu lapak yang hadir pada CFD di Kota Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]
Salah satu lapak yang hadir pada CFD di Kota Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Kegiatan Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Minggu pagi di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, tak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi warga, tetapi juga ruang tumbuh bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sejumlah lapak yang menjajakan makanan, minuman, dan aksesori tampak ramai dikunjungi, di antaranya Lapak Diers Shop dan Lapak Barokah.

Lapak Diers Shop, dikelola oleh Elma Apriliani Soepardjo, menawarkan berbagai produk kuliner khas Gorontalo. Dengan konsep jasa titip (jastip), Elma memasarkan makanan berat, minuman, cemilan, dan kue tradisional seperti sukade, ceruti, dan onde-onde yang berasal dari UMKM di Limboto, Telaga Biru, hingga Kota Gorontalo.

“Jastip ini baru dibuka April lalu. Di CFD ini kami hadir untuk memasarkan produk-produk UMKM lokal,” ujar Elma saat ditemui pada Ahad 20 Juli 2025.

Meski dikelola sendiri tanpa admin, Elma tetap menjaga kualitas dengan tidak menjual kembali makanan sisa. Lapak utama Diers Shop berada di belakang Kantor Camat Telaga Biru, namun setiap Minggu pagi Elma konsisten hadir di CFD sebagai bentuk promosi dan dukungan terhadap UMKM.

Lapak Dears Shop di CFD Kota Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]
Lapak Dears Shop di CFD Kota Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]
Sementara itu, Lapak Barokah milik Siska Reani hadir dengan ragam aksesori murah meriah seperti jedai, kacamata, topi, dan ikat rambut. Beroperasi sejak tahun 2020, lapak ini memiliki dua titik penjualan: di Jalan Nani Wartabone dan di sekitar Lapangan Taruna, namun keduanya hanya buka pada hari Minggu.

“Aksesoris yang saya jual di sini menyesuaikan kebutuhan pengunjung CFD, seperti jedai Rp3.000, kacamata Rp10.000, dan topi dari Rp15.000,” kata Siska.

Siska juga memiliki lapak tetap di rumahnya di Kelurahan Lekobalo Kecamatan Kota Barat. Nama “Barokah” dipilih dengan harapan usaha ini membawa rezeki yang halal dan penuh berkah.

Keberadaan lapak-lapak UMKM di CFD tidak hanya memberi warna dalam kegiatan mingguan masyarakat, tetapi juga menjadi bukti ketekunan para pelaku usaha mikro dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Di tengah hiruk pikuk warga yang berolahraga dan bersantai, semangat wirausaha lokal terus tumbuh dari meja-meja sederhana yang menawarkan lebih dari sekadar barang dagangan yakni harapan, kerja keras, dan keberkahan. (*)

Pos terkait