Ini Penyebab Harga Ikan Melonjak Hingga Tiga Kali Lipat di Gorontalo 

Ikan yang dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Selasa 29 Juli 2025. [foto:fikar/nusantara1]
Ikan yang dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Selasa 29 Juli 2025. [foto:fikar/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, sempat mengalami lonjakan harga hingga tiga kali lipat. 

Salah satu pedagang ikan, Ratna Akuba mengatakan bahwa harga ikan selar kuning atau lebih dikenal oci kini dijual dengan harga Rp 25 ribu.

“Ikan sekarang terbilang mahal, misalnya oci itu biasa bisa dapat Rp 10-Rp 15 ribu kalau sedang murah harga per kilo, sementara sekarang bisa Rp 20 ribu atau ada yang Rp 25 ribu,” ungkap Ratna.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, keadaan itu turut dipengaruhi oleh menurunnya tangkapan nelayan dalam dua bulan belakangan. Kondisi itu dipicu kondisi perairan Gorontalo yang terbilang masih cukup berombak selama dua bulan terakhir.

Bahkan, kata Ratna, angka tertinggi dalam lonjakan harga ikan sempat menyentuh sekitar Rp 35-Rp 40 ribu per kilo.

Demi menjaga ketersediaan, sebagian ikan yang masuk di TPI Kota Gorontalo saat ini merupakan stok yang masuk dari luar Sulawesi Utara.

“Air laut sekarang berombak, jadi ikan sekarang sangat kurang yang ditangkap, ini hanya ikan dari luar seperti Manado, Bitung, dan Tondano,” jelasnya.

Ratna menambahkan, meski harga ikan mengalami lonjakan, minat masyarakat terhadap ikan sebagai salah satu lauk utama masih tetap tinggi.

“Alhamdulillah masih tetap ada pembeli, kurang lebih masih sama pembelinya,” kuncinya. (*)

Pos terkait