NUSANTARA1.ID – Dibalik nama yang unik dan penuh makna, Desa Modelidu menyimpan sejarah panjang tentang bagaimana sebuah tempat berteduh lambat laun berubah menjadi komunitas yang hidup dan mandiri. Terletak di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, desa ini bukan hanya kaya akan cerita masa lalu, tapi juga simbol ketahanan dan kebersamaan masyarakatnya.
Nama ‘Modelidu’ sendiri berasal dari sebuah dusun lama, sebelum akhirnya menjadi desa yang berdiri sendiri. Kata ini berakar dari bahasa Gorontalo, yaitu ‘Delidu’ yang merujuk pada pohon besar dengan akar kuat dan tinggi, memiliki lobang alami berbentuk seperti dinding rumah tempat ideal untuk berteduh.
Di masa lampau, terutama sekitar 1920, wilayah ini dikenal sebagai kawasan yang dipenuhi oleh pohon-pohon raksasa nan indah, menjadikannya tempat singgah bagi para pendatang.
Salah satu tokoh yang dikenal sebagai pendatang pertama yang menetap di Modelidu adalah Opa Hamimu bersama istrinya, Nakiki. Dari pasangan inilah cikal bakal komunitas mulai terbentuk. Seiring berjalannya waktu, kawasan ini tidak lagi hanya menjadi tempat berteduh, namun berkembang menjadi pemukiman kecil yang disebut Dusun Modelidu, bagian dari Desa Ulapato B.
Muhamad Laniu, salah satu tokoh masyarakat sekaligus pejuang pemekaran Desa Modelidu, mengenang bagaimana perjalanan desa ini dimulai.
“Dulunya orang hanya singgah, berteduh dari panas dan hujan. Tapi perlahan-lahan, tempat ini menjadi rumah. Dari dusun kecil, akhirnya kami memekarkan diri dari Desa Ulapato B dan resmi menjadi Desa Modelidu pada 2003,” tuturnya saat ditemui pada Senin (14/4).
Pemekaran itu menjadi titik penting dalam sejarah Modelidu. Berdasarkan data tahun 2024, Desa Modelidu dihuni oleh 673 jiwa, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Sebanyak 99,6 persen dari total penduduknya memeluk Agama Islam.
Desa Modelidu memiliki luas wilayah sekitar 4.022 hektare, yang terbagi ke dalam dua dusun: Dusun I Jati dan Dusun II Olihitengah. Meskipun tergolong desa kecil, semangat gotong royong dan nilai-nilai kearifan lokal tetap tumbuh kuat di tengah masyarakatnya.
Kisah Desa Modelidu bukan sekadar sejarah pemekaran wilayah, tapi juga tentang ketekunan, keberanian, dan cinta terhadap tanah kelahiran. Dari akar pohon yang kuat dan memberi perlindungan, kini berdiri sebuah desa yang kokoh, yang terus tumbuh bersama harapan dan semangat warganya. (*)

![007 Pangkalan Komisi II tinjau langsung persoalan distribusi gas LPG 3 Kg di Desa Dunggala Kecamatan Tibawa. [foto:ist/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007-Pangkalan-200x112.jpg)
![Sofyan Puhi Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Sofyan-Puhi-200x112.jpg)


![007 Penas Konsumsi Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Nani Mokodongan saat memimpin rapat persiapan Penas KTNA XVII terkait dengan konsumsi [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007-Penas-Konsumsi-200x112.jpg)


