NUSANTARA1.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggandeng investor dalam upaya pengelolaan sampah menjadi sumber energi. Langkah ini diyakini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo, Anita Hippy, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah mempersiapkan berbagai persyaratan untuk menjalin kerja sama dengan pihak perusahaan. Menurutnya, keberadaan investor akan menjadi mitra strategis dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
“Jadi sampah ini akan menjadi energi dan ini pasti akan mempunyai dampak positif buat kita, khususnya dalam peningkatan PAD,” ujar Anita saat ditemui pada Rabu (23/4).
Selain meningkatkan PAD, Anita menambahkan bahwa kerja sama ini juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa tenaga kerja lokal akan menjadi prioritas dalam pelaksanaan proyek ini.
“Tentunya mereka butuh tenaga kerja, dan harus memprioritaskan orang lokal,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi pada Selasa (22/4) menyatakan bahwa pengelolaan sampah ini akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak. Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh biaya dalam kerja sama ini akan ditanggung oleh pihak investor.
“Jadi, kita tinggal mendrop sampah ke dia. Insya Allah kalau ini jadi maka sampah akan menjadi pendapatan kita,” ujar Sofyan. (*)
![Sampah 1 Sampah berserakan di kawasan GORR. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/04/Sampah-1.jpg)
![Dokter Tifa menang Tifauziah Tyassuma alias dokter Tifa usai dikabulkan eksepsi oleh PN Jakarta Timur. [foto:dok/suara.com/faqih]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Dokter-Tifa-menang-200x112.jpg)
![009 Sensus Ekonomi RM Kunjungan kerja Wakil Ketua Deprov ke BPS Provinsi Gorontalo. [foto:dok.humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Sensus-Ekonomi-RM-200x112.jpg)
![KPK Ilustrasi. Sebanyak 11 kepala daerah yang kena OTT KPK dari Januari hingga Juli 2026. [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/KPK-200x112.jpg)

![Olahraga Ilustrasi. Olahraga terbaik untuk usia 50 tahun ke atas sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan keamanan serta risiko cedera yang lebih rendah. [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Olahraga-200x112.jpg)
![Konvoi1 Ilustrasi. Konvoi suporter kontestan Piala Dunia 2026 usai memenangkan pertandingan. Hal seperti ini, dilarang bagi siswa SMA di Provinsi Gorontalo. [foto:dok/sorongraya]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Konvoi1-200x112.png)

