Sekda Sangihe Pimpin Aksi Bersih-bersih di Kawasan Mangrove

Aksi bersih-bersih oleh pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di kawasan Mangrove, Jumat (21/2). [foto:grace inggrid dauhan/nusantara1]
Aksi bersih-bersih oleh pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di kawasan Mangrove, Jumat (21/2). [foto:grace inggrid dauhan/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar, pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melakukan aksi bersih-bersih di kawasan mangrove. 

Aksi yang dipimpin langsung oleh Sekda Kepulauan Sangihe, Melancthon Harry Wolff berlangsung pada Jumat (21/2) dari pukul 07.00 hingga 09.00 Wita. 

Hadir saat itu sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satpol-PP serta Kelurahan Sawang Bendar dan Soataloara 1 dan 2.

Bacaan Lainnya

Hasilnya, sejumlah sampah berhasil dikumpul dari lokasi tersebut, dan paling banyak adalah sampah plastik. Sampah tersebut bersumber dari rumah tangga.

Aksi bersih-bersih oleh pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di kawasan Mangrove, Jumat (21/2). [foto:grace inggrid dauhan/nusantara1]
Aksi bersih-bersih oleh pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di kawasan Mangrove, Jumat (21/2). [foto:grace inggrid dauhan/nusantara1]
“Sebenarnya, sasaran pembersihan bukan hanya pada tepi pantai, namun juga aliran sungai yang mengarah ke laut. Hanya saja, air laut tengah pasang, sehingga tidak dapat dilakukan pembersihan,” kata Plt. Kepala DLH, Ronijaya Pasiale.

Guna mendukung kegiatan aksi bersih-bersih ini, Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan armada pendukung yakni 3 unit truk sampah dan 3 unit gerobak motor tiga roda. Menurut Plt. Kepala DLH, Ronijaya Pasiale, kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial saja dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional. 

“Rangkaian kegiatan ini sebenarnya sejak Januari sampai Maret, dan untuk lokasinya ada beberapa di kawasan mangrove, kemudian Pasar Towo, kemudian ada bersih gunung dan bersih pantai,” jelasnya.

Terkait dengan penanganan sampah, DLH menekankan penanganan dari hilir sambil bagaimana memberikan edukasi kepada semua pihak terutama masyarakat terkait dengan upaya penanganan sampah mulai dari rumah.

“Bagaimana setiap rumah tangga mulai membiasakan memisahkan sampah, yang plastik disendirikan. Karena saat ini yang dapat diupayakan bagaimana mengurangi sampah” tegas Ronijaya.

Kedepannya diharapkan penanganan sampah ini akan ditangani lagi lebih maksimal sambil juga menunggu regulasi yang saat ini tengah dibahas di Legislatif. 

“Yang pasti harus disadari bahwa sampah juga memiliki nilai ekonomi ketika ini dikelola dengan baik,” kuncinya. (**)

Pos terkait