NUSANTARA1.ID – Hinggga saat ini, lokasi buta aksara belum teridentifikasi. Olehnya, DPRD Gorontalo Utara meminta kepada pemerintah untuk segera memetakan.
“Saya minta kepada pemerintah melalui instansi teknis terkait, untuk dapat menetapkan lokasi atau lokus dimana masyarakat yang masih mengalami buta aksara atau buta huruf,” kata Ketua Komisi III, DPRD Gorontalo Utara, Aryati Polapa.
Lanjut katanya, memang jika melihat dari persentasenya, yang mencapai 98 persen, itu sudah baik. Namun yang perlu diingat, kata Aryati Polapa bahwa yang menjadi keinginan bersama, Gorontalo Utara bebas buta aksara.
“Capaian 98 persen tersebut sudah baik. Tapi ingat, perlu digaris bawahi yang menjadi keinginan kita semua bahwa Gorontalo terbebas dari buta aksara,” tegasnya.
Dilihat dari capaian tersebut, berarti masih tersisa 1,9 persen dan itu, kata Aryati Polapa menjadi beban daerah. Olehnya pemetaan lokasi dimana buta aksara tersebut terbaca akan menjadi sangat penting.
“Itu nantinya yang akan menjadi pedoman dalam penyusunan program kegiatan dan sub kegiatan,” ujarnya. (*)

![UMKM Festival UMKM dalam rangka PENAS Petani Nelayan. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/UMKM-200x112.jpg)

![Pedangan Pedagan asal Jakarta yang menjual kaos bertema Penas. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Pedangan-200x112.jpg)

![011 Tinjau Terminal Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus saat meninjau kesiapan Terminal Limboto. [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/011-Tinjau-Terminal-200x112.jpg)
![005 Bapas Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat menerima audiensi Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Gorontalo, I Putu Sukohartawan, di Ruang Kerja Bupati, Kamis 11 Juni 2026. [foto:dok/(F.Indra/Diskominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/005-Bapas-200x112.jpeg)

