Puncak Kedatangan Delegasi PENAS, Tujuh Extra Flight Masuk Gorontalo pada 19 Juni

Bandara Djalaludin Gorontalo. [foto:dok/perhubungan udara]
Bandara Djalaludin Gorontalo. [foto:dok/perhubungan udara]

NUSANTARA1.ID – Arus kedatangan peserta Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo diperkirakan mencapai puncaknya pada 19 Juni mendatang. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, maskapai penerbangan menyiapkan tujuh penerbangan tambahan atau extra flight menuju Bandara Djalaluddin Gorontalo.

Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Djoko Harjani, mengatakan peserta PENAS mulai berdatangan sejak 16 Juni 2026. Namun, peningkatan jumlah penumpang diperkirakan terjadi pada 19 Juni seiring kedatangan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Puncak kedatangan peserta diprediksi terjadi pada tanggal 19 Juni. Ada enam pesawat yang tiba di Gorontalo, terdiri dari dua penerbangan reguler dan empat penerbangan tambahan atau extra flight,” ujar Djoko, Senin 15 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, penambahan penerbangan dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas peserta yang akan mengikuti agenda nasional tersebut. Secara keseluruhan terdapat tujuh extra flight yang disiapkan selama pelaksanaan PENAS berlangsung.

“Tambahan penerbangan ini merupakan bentuk dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan PENAS agar seluruh peserta dapat terlayani dengan baik,” katanya.

Selain menambah kapasitas penerbangan, Bandara Djalaluddin juga mengoperasikan Posko Terpadu mulai 16 hingga 28 Juni 2026. Posko tersebut melibatkan Balai Kekarantinaan Kesehatan, BMKG, Polsek Kawasan Bandara, serta sejumlah mitra kerja lainnya.

Djoko menjelaskan, posko terpadu berfungsi sebagai pusat koordinasi pelayanan peserta sejak tiba di Gorontalo. Pola pelayanan yang diterapkan serupa dengan posko angkutan Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru yang mengedepankan koordinasi lintas instansi.

Untuk mendukung kenyamanan peserta, panitia menyiapkan hospitality desk di area kedatangan. Fasilitas tersebut digunakan sebagai pusat informasi, pendataan, dan pengaturan mobilisasi peserta menuju lokasi kegiatan.

“Kami sudah menyiapkan hospitality desk. Setelah melapor, peserta dapat beristirahat terlebih dahulu di ruang tunggu yang telah disediakan sebelum dijemput oleh bus atau kendaraan yang telah diatur panitia,” jelasnya.

Bandara juga menyiagakan layanan kesehatan melalui Balai Kekarantinaan Kesehatan yang didukung dokter dan tenaga medis. Sementara BMKG akan menyediakan informasi cuaca untuk mendukung keselamatan penerbangan, dan aparat kepolisian bertugas menjaga keamanan di kawasan bandara.

“Dengan kolaborasi seluruh stakeholder ini, kami berharap seluruh peserta PENAS dapat merasakan pelayanan terbaik sejak pertama kali menginjakkan kaki di Gorontalo,” pungkas Djoko. (*)

Pos terkait