NUSANTARA1.ID – Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo, mengimbau masyarakat yang berencana menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa agar tidak mengganggu jalannya Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Gorontalo.
Imbauan tersebut disampaikan Widodo saat konferensi pers PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Limboto, Rabu 17 Juni 2026.
Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Namun demikian, pelaksanaannya diharapkan tetap memperhatikan situasi dan momentum agar tidak mengganggu kegiatan nasional yang sedang berlangsung.
“Saya menghimbau kepada rekan-rekan yang akan melakukan unjuk rasa agar tidak melaksanakan aksi di lingkungan pelaksanaan PENAS. Masyarakat saat ini sedang menikmati momen tersebut, sehingga jangan sampai terjadi gesekan atau persinggungan antara pengunjung dengan para pengunjuk rasa,” kata Widodo.
Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak melarang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, pihaknya berharap aksi dilakukan pada waktu dan lokasi yang tepat sehingga tidak mengganggu kenyamanan peserta maupun masyarakat yang hadir dalam kegiatan PENAS.
“Unjuk rasa adalah hak warga negara. Kami tidak melarang dan tetap akan memberikan pengamanan kepada teman-teman yang menyampaikan aspirasi agar berjalan tertib dan lancar. Yang penting tidak menghalangi jalannya kegiatan dan tidak mengganggu masyarakat yang menikmati acara,” ujarnya.
Kapolda juga memastikan jajaran Polda Gorontalo akan bersikap profesional dalam mengamankan seluruh rangkaian kegiatan, baik pelaksanaan PENAS maupun kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat.
Menurut Widodo, PENAS XVII merupakan agenda nasional yang menghadirkan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga suasana yang aman, tertib, dan kondusif selama kegiatan berlangsung.
“Ini adalah acara rakyat. Seluruh masyarakat Indonesia hadir di sini. Mari kita sama-sama menjaga agar kegiatan ini berjalan sukses dan memberikan kesan yang baik bagi para tamu yang datang ke Gorontalo,” pungkasnya.
PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026 di Kabupaten Gorontalo dan akan diikuti ribuan petani serta nelayan dari seluruh Indonesia. (*)
![007 Kapolda Kompres Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo saat konferensi pers Petani Nelayan Ke XVII 2026. [foto:juna/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/007-Kapolda-Kompres.jpg)

![Korban Kebakaran Rahmawati Yunus, mahasiswa sSemester akhir UNG kehilangan seluruh data skripsi usai kosnya terbakar. [foto:ist]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Korban-Kebakaran-200x112.jpg)
![006 SMP Tapa Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa saat menghadiri penamatan dan perpisahan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tapa, Rabu 10 Juni 2026. [foto:dok/ist]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/006-SMP-Tapa-200x112.jpeg)


![004 Penas Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus saat meninjau lokasi Penas [foto:dok/kominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/004-Penas-200x112.jpg)

