Rumah Warga Bulota Rusak Diterjang Pohon Tumbang, Korban Belum Terima Bantuan

Rumah warga di Kelurahan Bulota Kecamatan Limboto pasca tertimpa pohon tumbang. [foto:juna/nusantara1]
Rumah warga di Kelurahan Bulota Kecamatan Limboto pasca tertimpa pohon tumbang. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Sebuah rumah milik warga di Lingkungan IV, Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang yang terjadi pada Kamis malam 28  Mei 2026.

Korban, Yasni Saha, saat ditemui pada Senin 1 Juni 2026, mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat dirinya bersama keluarga sedang berada di dalam rumah. Saat itu, angin kencang datang secara tiba-tiba dan merobohkan bagian rumah yang terbuat dari kayu.

“Waktu itu malam hari. Kami sedang berada di dalam rumah, tiba-tiba angin datang dan rumah langsung roboh setelah tertimpa pohon,” ujar Yasni.

Bacaan Lainnya

Meski rumahnya mengalami kerusakan cukup parah, Yasni bersyukur tidak ada korban jiwa maupun anggota keluarga yang mengalami luka dalam kejadian tersebut. Saat peristiwa berlangsung, penghuni rumah sempat menyelamatkan diri keluar dari bangunan yang mulai runtuh.

Menurutnya, bagian rumah yang paling terdampak adalah dinding dan sejumlah konstruksi utama. Beruntung, keluarga masih dapat menghindar sebelum material bangunan jatuh menimpa mereka.

Rumah warga di Kelurahan Bulota Kecamatan Limboto pasca tertimpa pohon tumbang. [foto:juna/nusantara1]
Rumah warga di Kelurahan Bulota Kecamatan Limboto pasca tertimpa pohon tumbang. [foto:juna/nusantara1]
Saat ini, puing-puing bangunan telah dibersihkan secara gotong royong oleh keluarga dan warga sekitar. Proses pembangunan kembali juga mulai dilakukan secara bertahap dengan kondisi seadanya.

Pantauan di lokasi, rumah yang sebelumnya berdinding kayu kini hanya tersisa sebagian bangunan. Untuk sementara, korban bersama keluarga menempati tempat tinggal milik kerabat sambil menunggu rumah mereka kembali dibangun.

Yasni mengaku hingga saat ini belum menerima kunjungan maupun bantuan dari instansi terkait pasca kejadian. Ia berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi keluarganya.

“Belum ada yang datang sampai sekarang. Kami hanya berusaha memperbaiki sendiri semampunya,” katanya.

Kondisi rumah yang rusak membuat keluarga Yasni membutuhkan bantuan material bangunan untuk melanjutkan proses perbaikan. Saat ini bangunan sementara hanya ditutupi terpal sebagai pelindung dari panas dan hujan.

Warga sekitar berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun para dermawan agar keluarga korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak setelah musibah yang terjadi beberapa hari lalu. (*)

Pos terkait