nusantara1,id, GORONTALO – Isu yang berkembang tentang pemindahan lokasi pembangunan Masjid Raya atau Islamic Center dari Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo ke Danau Limboto merupakan informasi yang keliru.
Hal itu ditegaskan Sekretaris panitia lokakarya Masjid Raya, Chamdi Mayang saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Selasa (22/11/2022).
“Opini yang berkembang di masyarakat terkait dengan pemindahan lokasi masjid raya atau Islamic Center Gorontalo itu keliru, karena sejatinya lokasi masjid raya belum benar benar ada,” tegasnya.
Ia pun menjelaskan bahwa pertemuan yang diselenggarakan pihaknya beberapa waktu yang membahas pembangunan Masjid Raya.
“Pertama kami sampaikan dulu, kami hanya panitia lokakarya yang memfasilitasi pertemuan para pemangku kepentingan. Tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan, mahasiswa mereka mencurahkan pendapat masing-masing. Jadi kalau dibilang pemindahan, kita berangkat dari situ dulu,” buka Chamdi
Menurut Chamdi, rencana lokasi awal di Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo tidak bisa disebut sebagai lokasi awal yang selanjutnya berubah ke Danau Limboto. Ia menilai belum ada transaksi dan kepemilikan lahan yang sah dari pemerintah soal lahan di Kelurahan Moodu.
“Sampai saat ini tidak ada transaksi pembebasan lahan di situ, kecuali tahun 2015 kalau saya tidak salah ingat. Itu pun hanya kurang lebih satu hektar dari 15 hektar lahan yang dibutuhkan. Kalau dibilang dipindahkan, berarti sudah ada bukti hak milik pemprov dan sudah ada pembebasan hak dari pemilik lahan di situ?” Chamdi balik bertanya.
Terlepas dari aspek kesepakatan pada forum lokakarya, Chamdi menilai pembangunan masjid raya di Danau Limboto lebih efektif dan efisien. Tidak akan memakan biaya pembebasan lahan jika dibandingkan dengan rencana semula di Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo.
Lahan di Kelurahan Moodu sudah sejak tahun 2015 diupayakan untuk dibebaskan namun hingga saat ini belum ada progress yang signifikan. Berikutnya, lahan di lokasi tersebut merupakan lahan produktif pertanian dan dekat dengan perumahan warga sehingga berbiaya mahal.
“Itu pun sudah diupayakan dua tiga kali oleh pemprov untuk pembebasan lahan sekitar Rp15-20 miliar. Tidak terjadi pembebasan dari uang itu sehingga Kembali lagi ke kas daerah. Sampai dengan tahun 2021 tidak pernah terbayarkan.” Bebernya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Lokakarya pembangunan masjid raya berlangsung Sabtu, 19 November kemarin. Disepakati pembangunan masjid berlokasi di Danau Limboto.
Forum meminta agar masjid raya segera dibangun karena sudah cukup lama rencana tersebut tertunda. Terlebih Gorontalo dikenal dengan sebutan ‘Serambi Madinah” dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.
Forum itu juga menyepakati untuk membentuk panitia pembangunan masjid raya. Hasil lokakarya akan diserahkan kepada Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer sebagai pengambil keputusan.(*)

![Ismet Mile Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat menghadiri Kick Off Re Akreditasi RSUD Toto Kabila sekaligus Soft Launching SITATA-RSTK dan Inovasi Pagar Pasien di halaman RSUD Toto Kabila, Jumat 11 September 2026. [foto:dok/onal/prokopim]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/Ismet-Mile-200x112.jpeg)
![006 Distrubusi Air Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, turun langsung memimpin penyaluran air bersih bagi warga terdampak di Desa Tamboo dan Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila beberapa waktu yang lalu. [foto:dok/indra/diskominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/006-Distrubusi-Air-200x112.jpeg)

![005 WPR Pemkab Bone Bolango dan Pemprov Gorontalo saat melakukan audiensi bersama Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Rabu 9 September 2026. [foto:dok/ist]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/005-WPR-200x112.jpeg)
![003 KUA PPAS Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi bersama Ketua DPRD, Zulfikar Usira saat menandatangani KUA-PPAS 2027. [foto;dok/kominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/003-KUA-PPAS-200x112.png)
![002 Bantuan Bibit Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat menyalurkan bantuan Beras CPP dan bibit jagung hibrida kepada masyarakat di Desa Huntu, Kecamatan Batudaa, Rabu 9 September 2026. [foto:dok/kominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/002-Bantuan-Bibit-200x112.jpg)

