NUSANTARA1.ID – Polri melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama dua pekan sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, selama Operasi Ketupat, ada 2.746 posko pengamanan hingga memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.
Sebanyak 1.624 posko akan difokuskan untuk pengamanan serta sebagai pusat informasi dan pengaturan arus lalu lintas.
Sedangkan, 779 lainnya akan digunakan sebagai posko pelayanan untuk tempat istirahat bagi pengemudi yang kelelahan dan 343 posko terpadu akan digunakan sebagai pusat kendali Operasi Ketupat 2026.
“Tentunya di dalamnya juga ada tempat rest area dan berbagai macam layanan yang kita siapkan bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik dan balik,” kata Kapolri dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung PTIK, Jakarta Selatan pada Senin 2 Maret 2026.
Menurut Kapolri, total ada 185.608 objek pengamanan yang menjadi fokus petugas. Di antaranya, tempat ibadah, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara.
“Tentunya perlu ada pelibatan stakeholder terkait untuk bersama-sama memberikan pelayanan,” tutup Kapolri. (*)
![Kapolri Sigit Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. [foto:ist/tribratanews]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/08/Kapolri-Sigit-1.jpg)
![Kapal Pengangkut Material Kapal Tongkang memuat kabel yang nantinya digunakan untuk menghubungkan listrik ke Pulau Dudepo. Saat ini, kapal tersebut sudah di Pelabuhan Anggrek. [foto:dok/pln]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Kapal-Pengangkut-Material-200x112.jpg)



![001 Kapolda HUT Bhayangkara Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo membacakan amanat presiden saat upacara HUT Bhayangkara ke-80. [foto:dok/humas]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/001-Kapolda-HUT-Bhayangkara-200x112.png)
![009 Julang Narasumber memaparkan materi pada Workshop Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Konservasi Burung Julang Sulawesi. Kegiatan ini bertujuan membekali guru agar dapat mengenalkan pentingnya pelestarian satwa endemik Sulawesi kepada peserta didik sejak dini. [foto:dok/pln]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Julang-200x112.jpg)

