Rusli Habibie Subsidi Pemasangan Listrik Bagi Warga Tak Mampu 

Anggota DPR RI, Rusli Habibie (tengah) saat berkunjung ke Kantor PT PLN (Persero) Gorontalo. [foto:dok/tim rh]
Anggota DPR RI, Rusli Habibie (tengah) saat berkunjung ke Kantor PT PLN (Persero) Gorontalo. [foto:dok/tim rh]

NUSANTARA1.ID – Ada yang menarik dari pertemuan Anggota DPR RI, Rusli Habibie dengan pihak PT PLN (Persero). Yakni, Rusli Habibie berjanji akan subsidi pemasangan listrik bagi kepala keluarga (KK) tak mampu. 

Cerita ini bermula saat Rusli Habibie bersama Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili dan Ketua Fraksi Partai Golkar, Ghalieb Lahidjun bertemu dengan General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo),Usman Bangun, Selasa 10 Maret 2026.

Saat itu, Usman Bangun memaparkan kondisi kelistrikan di Gorontalo serta perkembangan terbarunya. Juga tentang Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) secara gratis atas bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Bacaan Lainnya

“PLN ini terus berupaya melakukan pemasangan listrik gratis atas bantuan pemerintah. Namun, kami juga ada program bantuan listrik bagi kepala keluarga kurang mampu yang disubsidi oleh tokoh masyarakat,” kata Usman Bangun.

Lanjut katanya, dana yang kami butuh untuk setiap penyambungan listrik yakni Rp1.200.000. Namun, Usman Bangun menekankan bahwa bantuan ini dari tokoh masyarakat untuk warga yang kurang mampu.

Mendengar hal itu, Rusli Habibie langsung tertarik untuk memberi subsidi kepada keluarga kurang mampu.

“Saya tanggung 1 kepala keluarga untuk setiap bulan penyambungan secara gratis,” tegas Rusli Habibie yang disambut tepuk tangan oleh oleh para hadirin. Kebetulan yang hadir saat itu yakni seluruh karyawan PLN.

Hal lain yang diungkapkan Usman Bangun pada pertemuan itu yakni kondisi listrik antara Sulawesi Utara dan Gorontalo yang sudah terkoneksi. Sementara Sulawesi Tengah hingga saat ini masih dalam tahap diupayakan agar dapat terkoneksi. 

“Kami berharap listrik di tiga provinsi ini dapat terkoneksi dan ditarget 3 tahun mendatang,” ujarnya.

Menyangkut suplai listrik ke Pulau Dudepo, Gorontalo Utara, Usman Bangun mengungkapkan bahwa Juni 2026 rampung.

“Saat ini sementara pengepakan kabel dengan desain tanpa sambungan, dan diperkirakan pengepakan berlangsung selama 3 minggu,” ungkapnya.

Pertemuan ini berakhir dengan dilakukannya Buka Puasa Bersama oleh para undangan dan karyawan PLN Gorontalo. (*)

Pos terkait