Polda Gorontalo Gelar Operasi Zebra Otanaha 2025, Sasar 8 Pelanggaran Utama

Gelar apel pasukan Operasi Zebra Otanaha 2025, Senin, 17 November 2025 di halaman Polda Gorontalo. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Gelar apel pasukan Operasi Zebra Otanaha 2025, Senin, 17 November 2025 di halaman Polda Gorontalo. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Polda Gorontalo menggelar apel pasukan Operasi Zebra Otanaha 2025 sebagai langkah awal penertiban lalu lintas di seluruh wilayah hukum Polda dengan 8 sasaran pelanggaran utama.

Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Widodo melalui Karo Ops Polda Gorontalo, Kombes Pol Pramono Jati, menegaskan pentingnya kesiapan personel dan sarana sebelum operasi dimulai.

Kombes Pramono menjelaskan apel gelar pasukan digelar serentak dari berbagai tingkatan Polri untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan sasaran operasi.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengecekan akhir kesiapan dari personil yang terlibat maupun sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pelaksanaan operasi,” ujarnya, di halaman Mapolda Gorontalo, Senin, 17 November 2025.

Dalam operasi ini memiliki delapan sasaran operasi, yakni:

  1. Menggunakan handphone saat berkendara
  2. Pengendara di bawah umur
  3. Berboncengan lebih dari satu orang 
  4. Tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman
  5. Berkendara dalam pengaruh alkohol
  6. Melawan arus
  7. Melebihi batas kecepatan
  8. Kendaraan dengan muatan berlebih (ODOL)

Ia menyoroti perkembangan dinamika lalu lintas yang dipengaruhi meningkatnya jumlah kendaraan dan populasi tanpa dibarengi kesadaran tertib berlalu lintas hingga berdampak pada masih tingginya risiko kecelakaan dan pelanggaran di jalan.

Pramono juga menyinggung perkembangan digitalisasi transportasi dan langkah Korlantas Polri melalui penerapan ETLE statis dan mobile untuk memperkuat penegakan hukum berbasis teknologi.

Melihat data dua tahun terakhir, ia menyebut tren kecelakaan dan pelanggaran di Gorontalo menunjukkan penurunan.

Pada 2023 terdapat 7 kasus kecelakaan, sementara 2024 tercatat 6 kasus. Jumlah pelanggaran juga turun dari 2.863 pelanggar menjadi 2.721 pelanggar.

Operasi Patuh Otanaha ini 2025 akan berlangsung selama 14 hari mulai 17 sampai 30 November 2025 dan terbagi dalam dua tahap.

Pada tahap pertama, porsi kegiatan adalah preemtif 40 persen, preventif 40 persen, dan represif 20 persen.

Minggu keduaberubah menjadi represif 50 persen, sementara preemtif dan preventif masing-masing 25 persen.

Dalam amanatnya, Pramono menekankan lima poin perhatian utama bagi seluruh personel. Di antaranya bekerja sesuai SOP, melakukan penegakan hukum secara profesional, menjaga sikap humanis, memastikan kesiapan peralatan, dan memperkuat sinergi lintas instansi.

Di akhir kegiatan, ia kembali mengingatkan tujuan utama operasi.

“Kita sudah selesai melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka operasi Zebra Otanaha 2025. Dan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menurunkan angka pelanggaran, angka kecelakaan, dan angka fatalitas korban kecelakaan yang terjadi di wilayah Gorontalo,” ujarnya.

Sebanyak 240 personel dikerahkan dalam operasi ini. Ia juga mengimbau masyarakat tetap tertib dan mematuhi aturan lalu lintas.

“Bukan hanya pada saat pelaksanaan operasi Zebra ini aja baru tertib, tetapi kami harapkan karena keselamatan itu untuk kepentingan kita dan orang lain,” tegas Pramono.

Pos terkait