NUSANTARA1.ID – Perekrutan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) di lingkungan Dinas Sosial dinilai bermasalah, ini diungkapkan oleh anggota legislatif Partai Golkar, Arifin Kilo. Menurutnya, dalam perekrutan TKSK ada kerancuan, dimana seharusnya dilakukan evaluasi terlebih dahulu.
“Jika dievaluasi lebih dulu, dapat diketahui daerah mana yang hanya tidak membutuhkan tenaga rekrutmen yang banyak. Mereka juga menilai ada yang tidak ikut tes tapi direkrut, sehingga yang dipertanyakan adalah standar evaluasinya seperti apa, jadi ada kerancuan dan ada dugaan,” ungkap Arifin Kilo.
Dicontohkan, di Kecamatan Bongomeme ada warga-warga yang kurang beruntung tetapi sudah puluhan tahun tidak mendapatkan bantuan dan tidak pernah didatangi oleh TKSK. Ia berharap para TKSK ini juga mampu memperlihatkan kinerjanya, walaupun memang pekerja sosial, tetapi sudah menjadi Tupoksi mereka turun langsung di tengah masyarakat. Hanya saja ada beberapa TKSK yang tidak melaksanakan tupoksinya dengan baik.
“Saya berharap kedepan, teman-teman bisa memaksimalkan kinerjanya dan jika melakukan evaluasi benar-benar menggunakan standar yang baik,” tegas Arifin.
Ia juga memberikan dukungan buat para calon TKSK yang telah dinyatakan lulus maupun yang belum sempat mendapatkan kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat Kabupaten Gorontalo.
“Teman-teman yang sudah direkrut maupun belum, ini adalah kesempatan terbaik buat mereka. Kami salut dengan semangat mereka,” kata Arifin.
Dirinya juga mengingatkan Dinas Sosial untuk benar-benar mengawasi seluruh TKSK yang sudah mendapatkan surat keputusan (SK) Kementerian Sosial (Kemensos).
“Saya minta kepada Kadinsos, ketika mereka (TKSK) yang sudah memegang SK ini melakukan kesalahan-kesalahan, maka jangan lagi mereka diberi kepercayaan atau langsung diberi surat peringatan,” tegasnya. (*)

![009 Sensus Ekonomi RM Kunjungan kerja Wakil Ketua Deprov ke BPS Provinsi Gorontalo. [foto:dok.humas]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Sensus-Ekonomi-RM-200x112.jpg)

![Konvoi1 Ilustrasi. Konvoi suporter kontestan Piala Dunia 2026 usai memenangkan pertandingan. Hal seperti ini, dilarang bagi siswa SMA di Provinsi Gorontalo. [foto:dok/sorongraya]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Konvoi1-200x112.png)
![005 Setwan Sebanyak 10 orang pegawai dari Setwan Provinsi Gorontalo foto bersama usai yudisium di Umbita. [foto:dok/ist]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/005-Setwan-200x112.jpg)
![008 BPJS Kesehatan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat menerima kunjungan BPJS Kesehatan. [foto:dok/kominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/008-BPJS-Kesehatan-200x112.jpg)
![009 Hari Ketujuh Ratusan warga datang dan berkumpul dalam Yasinan, Dzikir dan Doa bersama untuk mengenang tujuh hari wafatnya Alm. Rachmat Gobel di kawasan Danau Perintis, Suwawa, Kamis 16 Juli 2026 malam. [foto:dok/adit/prokopim]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Hari-Ketujuh-200x112.jpeg)

