PLN Nusantara Power UP Gorontalo Perkuat Keandalan Energi pada HLN ke-81

Suasana perayaan HLN ke-81 di Aula Saronde PLN Nusantara Power UP Gorontalo. [foto:dok/pln]
Suasana perayaan HLN ke-81 di Aula Saronde PLN Nusantara Power UP Gorontalo. [foto:dok/pln]

NUSANTARA1.ID – Aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga usaha masyarakat bergantung pada ketersediaan listrik yang andal. 

Di balik pasokan energi yang digunakan setiap hari, terdapat kerja para insan ketenagalistrikan yang memastikan pembangkit beroperasi dan siap mendukung kebutuhan sistem kelistrikan.

Semangat menjaga keberlangsungan layanan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 2026 yang diperingati PLN Grup se-Gorontalo dengan tema ‘Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia’.

Bacaan Lainnya

Bagi PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo, momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesiapan pembangkit dalam mendukung kebutuhan listrik di wilayah kerja Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Keandalan peralatan, pemeliharaan yang terencana, kesiapan personel, serta penerapan keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam memastikan operasional pembangkitan berjalan optimal.

Manager PLN Nusantara Power UP Gorontalo, Yan Suprayogi, mengatakan bahwa keandalan pembangkit memiliki arti lebih luas daripada sekadar memastikan mesin beroperasi. Kesiapan pembangkitan turut mendukung aktivitas masyarakat, kelangsungan usaha, dan pelayanan publik yang membutuhkan pasokan listrik.

“Di balik listrik yang digunakan masyarakat setiap hari, ada tanggung jawab besar yang dijalankan oleh seluruh insan ketenagalistrikan. Karena itu, kami terus mendorong kesiapan pembangkit, pemeliharaan yang terencana, dan kedisiplinan dalam menjalankan prosedur keselamatan. Kami ingin memastikan setiap upaya operasional memberikan kontribusi terhadap keandalan pasokan listrik,” ujar Yan.

Ia menambahkan bahwa tantangan operasional di wilayah kerja Gorontalo dan Sulawesi Tengah membutuhkan kesiapan serta koordinasi yang baik. Setiap potensi gangguan perlu diantisipasi melalui pemantauan kondisi peralatan, evaluasi operasional, dan tindak lanjut yang tepat agar keandalan pembangkit dapat terus dijaga.

PLN Nusantara Power UP Gorontalo memperingati HLN ke-81 dengan semangat ‘Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia’. [foto:dok/pln]
PLN Nusantara Power UP Gorontalo memperingati HLN ke-81 dengan semangat ‘Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia’. [foto:dok/pln]
Semangat tersebut sejalan dengan amanat Direktur Utama PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, dalam peringatan HLN ke-81. Dalam amanatnya, Suroso menegaskan bahwa gangguan listrik bukan semata-mata persoalan teknis, karena dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi yang terganggu hingga layanan penting yang membutuhkan listrik.

Ia juga mengarahkan penguatan penanganan titik-titik gangguan, kesiapan personel dan peralatan untuk pemulihan, serta peningkatan koordinasi antar unit.

Pesan tersebut mempertegas pentingnya peran pembangkitan sebagai bagian dari rantai penyediaan tenaga listrik. Kesiapan pembangkit perlu didukung oleh pengelolaan operasional yang disiplin, koordinasi yang efektif, dan penyelesaian kendala secara tepat agar kebutuhan sistem kelistrikan dapat dipenuhi secara optimal.

Bagi Yan, keandalan operasional juga harus berjalan beriringan dengan keselamatan kerja. Setiap pekerjaan pemeliharaan maupun penanganan gangguan harus dilaksanakan dengan memperhatikan prosedur dan kesiapan personel, sehingga upaya menjaga pasokan listrik tidak mengabaikan keselamatan para pekerja.

“Tak ada keandalan yang bisa dibangun dengan mengabaikan keselamatan. Seluruh personel harus memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur, risiko dikendalikan, dan setiap orang dapat kembali ke rumah dengan selamat. Keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kinerja pembangkitan,” tegasnya.

Dalam amanatnya, Suroso juga mengingatkan bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan demi mengejar kecepatan pekerjaan. Pimpinan, menurutnya, bertanggung jawab memastikan kesiapan kerja, kepatuhan terhadap prosedur, dan perlindungan bagi petugas.

Selain menjaga keandalan saat ini, peringatan HLN ke-81 menjadi momentum untuk mempersiapkan kebutuhan energi masa depan. Perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat menuntut insan ketenagalistrikan untuk terus meningkatkan kompetensi, berinovasi, serta memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi perkembangan sektor energi.

“Tema ‘Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia’ menjadi pengingat bahwa pekerjaan kita harus memberikan manfaat nyata. Kami ingin terus memperkuat keandalan pembangkit sekaligus membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan, profesionalisme, dan perbaikan berkelanjutan,” kata Yan.

Melalui momentum HLN ke-81, PLN Nusantara Power UP Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kesiapan operasional pembangkit di wilayah kerjanya. Dengan dukungan seluruh insan ketenagalistrikan dan sinergi antar unit, upaya menjaga keandalan energi diharapkan dapat terus menopang aktivitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Gorontalo dan Sulawesi Tengah. (*)

Pos terkait