Waspada, Ada ‘Jebakan’ Kalori dalam Seporsi Gado-gado

Ilustrasi. Sepiring gado-gado bisa menyimpan 'jebakan' kalori berlebih.[foto:dok/yukmakan]
Ilustrasi. Sepiring gado-gado bisa menyimpan 'jebakan' kalori berlebih.[foto:dok/yukmakan]

NUSANTARA1.ID – Gado-gado sering dianggap sebagai pilihan makanan yang menyehatkan. Ragam sayur yang ada di dalamnya dianggap ideal untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Tapi sayangnya, sepiring gado-gado sebenarnya berisiko memberikan ‘jebakan’ kalori harian yang cukup tinggi. Jebakan ini didapat dari jumlah saus kacang yang diguyurkan terlalu banyak.

“Gado-gado itu tinggi serat, makanan sehat. Apalagi misalnya dicampur sama saus kacang. Enggak ada masalah. Yang jadi masalah kalau porsi saus kacangnya kebanyakan,” ujar dokter spesialis gizi klinis Igus Ulfa Yaze, melansir detikhealth.

Bacaan Lainnya

Yaze menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering mengguyur bumbu kacang hingga piring tergenang. Kebiasaan inilah yang bisa menjadi ‘jebakan’ kalori dalam sepiring gado-gado.

“Kacang itu tinggi kalori. Ditumpahkan segitu banyak, terus itu juga kacangnya sudah digiling bareng sama gula, misalnya. Ya sudah, pasti akan lebih banyak kalori yang masuk,” jelasnya.

Dari luar, sepintas terlihat sehat karena sepiring gado-gado berisi beragam sayur yang kaya serat dan menyehatkan. Tapi, di balik kuah kacang yang berlimpah, jumlah kalori yang ada di dalamnya pun meningkat.

Makanan dengan bumbu kacang pada dasarnya menyehatkan. Kacang sendiri merupakan sumber protein nabati yang padat gizi, serta kaya serat, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Hanya saja, jumlah bumbu kacang tetap harus dikontrol.

Yaze menyarankan untuk meminta bumbu kacang yang dipisah dengan isian gago-gado lainnya. Dengan begitu, Anda bisa mengontrol jumlah bumbu kacang yang disiramkan di atas sayur.

Setidaknya, batasi maksimal 2-3 sendok makan bumbu kacang dalam seporsi gado-gado.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan teknik cocol. Alih-alih menyiram seluruh piring, teknik mencocol bisa membantu mengkontrol asupan bumbu kacang.

Asupan kalori berlebih sendiri telah dikenal bisa berdampak pada kesehatan. Mengutip Healthline, asupan kalori berlebihan dapat memicu penumpukan lemak dalam tubuh hingga berisiko menyebabkan obesitas.

Obesitas sendiri didefinisikan dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih. Obesitas menjadi salah satu faktor risiko utama banyak masalah sindrom metabolik, seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

Tak cuma itu, makanan tinggi kalori juga dapat melepaskan hormon pemicu rasa senang seperti dopamin. Hormon ini bertugas mengaktifkan pusat kesenangan di otak.

Seiring waktu, tubuh akan mengaitkan sensasi kenikmatan dengan makanan berkalori tinggi tertentu. Proses ini pada akhirnya dapat mengganggu pengaturan rasa lapar dan mendorong Anda untuk makan berlebih. (*)

Pos terkait