NUSANTARA1.ID – Kegagalan AC Milan meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhirnya membuat sang pelatih, Ruben Amorim, kena ultimatum dari petinggi klub.
Dalam tiga pertandingan terakhirnya di segala ajang, AC Milan tercatat meraih dua kali hasil imbang dan satu kekalahan.
Dua hasil imbang didapat usai bermain imbang 1-1 kontra Juventus dan 2-2 kontra Lazio di kompetisi domestik.
Sementara kekalahan didapat AC Milan saat menjamu wakil Portugal, Benfica, di kompetisi Liga Europa 2026-2027.
Catatan buruk di tiga pertandingan terakhir menghapus start apik klub berjulukan I Rossoneri itu di musim ini.
Sebelum masuk mode mengenaskan di tiga laga terakhirnya, I Diavolo Rosso sukses menang di dua pertandingan awal musim ini.
Kemenangan dalam dua pertandingan awal musim ini masing-masing didapat atas Torino (2-1) dan Venezia (2-0).
Imbas dari catatan buruk AC Milan di tiga pertandingan terakhir, Ruben Amorim mendapat ultimatum dari petinggi klub.
Ultimatum ini diberikan saat pelatih asal Portugal itu bertemu dengan Gerry Cardinale selaku pemilik klub.
Dilansir BolaSport.com dari La Gazzetta dello Sport, Cardinale meminta Amorim segera memperbaiki performa tim dan meraih kemenangan.
Disebutkan jika Cardinale masih memercayai mantan pelatih Sporting CP dan Manchester United tersebut.
Kepercayaan ini terlihat dari kontrak panjang berdurasi tiga tahun yang membuatnya bertahan di San Siro hingga 2029.
Kontrak ini diberikan karena petinggi AC Milan memercayainya sebagai pemimpin proyek jangka panjang klub.
Meski begitu, para petinggi klub juga tak bisa melihat I Rossoneri terus-terusan gagal meraih kemenangan.
Apalagi Amorim mendapat dukungan kuat di musim panas 2026 dengan dana belanja pemain mencapai 165 juta euro (Rp3,3 triliun).
Nominal tersebut membuat Il Diavolo Rosso menjadi klub Italia terboros pada bursa transfer musim panas 2026.
Dengan nominal tersebut, logikanya AC Milan bisa meraih hasil apik baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Oleh karena itu, Cardinale meminta Amorim untuk kembali ke jalur kemenangan agar kampanye klub musim ini tak berakhir buruk.
Sekadar informasi tambahan, Ruben Amorim sudah menemukan kelemahan timnya usai takluk dari Benfica.
Dalam konferensi pers pasca laga, pelatih berusia 41 tahun itu melihat anak asuhnya masih gugup saat menguasai bola dan sulit beradaptasi dengan permainan lawan.
“Kami tampak gugup saat menguasai bola dan beberapa kali kehilangan bola,” ujarnya setelah pertandingan.
“Kami harus melakukan perbaikan di setiap fase permainan dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi pertandingan,” kuncinya. (*)
![Ruben Amorim Pelatih AC Milan, Ruben Amorim di ujung tanduk. [foto:dok/detiksport]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/Ruben-Amorim.jpeg)
![Donyell Malen Penyerang AS Roma, Donyell Malen saat mencetak gol ke gawang Torino pada pekan keempat Liga Italia 14 September 2026. [foto:dok/isabella bonotto/afp/bolasprot]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/Donyell-Malen-200x112.jpg)
![Laut Bercerita Salah satu adegan dalam film ‘Laut Bercerita’. [foto:dok/suara merdeka]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/Laut-Bercerita-200x112.png)
![Malen AS. Roma Pemain AS. Roma, Donyell Malen, Paulo Dybala dan Wesley Vinícius França Lima saat selebrasi usai mencetak gol ke gawang Fiorentina, Selasa 25 Agustus 2026. [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/Malen-AS.-Roma-200x112.png)
![Film ‘Perumahan Laddaland’ Titi Kamal dalam satu adegan di Film ‘Perumahan Laddaland’. [foto:dok/tix]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/Film-‘Perumahan-Laddaland-200x112.png)
![Film Harusnya Horror Film Harusnya Horror mendapat sambutan yang luar biasa. [foto:dok/poplicist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/Film-Harusnya-Horror-200x112.jpg)


