NUSANTARA1.ID – Tiket film debut penyutradaraan Reza Oktovian alias Reza Arap yang berjudul, Harusnya Horror, ludes terjual untuk penjualan advance ticket sales (ATS).
Dalam rangkaian special screening di beberapa kota seperti Jakarta, Depok, Bekasi, Bali, Banjarmasin, Batam, Bogor, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makasar, Samarinda dan Pontianak, tiket film itu juga ludes.
Hal tersebut membuktikan antusiasme tinggi para penonton Indonesia untuk menyaksikan debut akting geng AAAClan.
Disutradarai oleh Reza Arap, Harusnya Horror diproduksi oleh Ess Jay Pictures, yang akan menjadi debut akting seluruh member AAAClan di layar lebar.
Film itu juga akan menjadi persembahan terakhir almarhumah Lula Lahfah.
“Ini debut penyutradaraan saya, dan saya menganggapnya ini seperti kuliah saat syuting, tapi langsung skripsi. Salah satu paling berkesan tentu hari pertama syuting, karena kaget dengan lingkungannya, dengan kru yang banyak, dan saya harus lead semuanya, tapi setelahnya berjalan lancar,” ungkap Reza Arap.
Harusnya Horror dibintangi oleh Reza Arap bersama anggota Marapthon, yakni Tierison (Jot), Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (Aloy), Bravyson, Niko Junius, Ariyanto (Ibot), dan Teguh Prakoso (Tepe).
Film tersebut juga melibatkan Ronny P Tjandra, bintang muda Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos (Celloz), serta menampilkan mendiang Lula Lahfah.
Diproduseri oleh David Suwarto, Sridhar Jetty, dan Jimmy Lalwani, Harusnya Horror siap tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. (*)
![Film Harusnya Horror Film Harusnya Horror mendapat sambutan yang luar biasa. [foto:dok/poplicist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/Film-Harusnya-Horror.jpg)

![Pemburu Mangsa Film Pemburu Mangsa segera tayang di bioskop. [foto:dok/smj]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Pemburu-Mangsa-200x112.png)

![Film Anak-Anak Bambu Salah satu adegan dalam film Anak-Anak Bambu. [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Film-Anak-Anak-Bambu-200x112.jpeg)
![Cape Verde Timnas Cape Verde berselebrasi ketika lolos ke putaran 32 besar Piala Dunia 2026. [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Cape-Verde-200x112.jpeg)
![Piala Dunia Bagian bawah trofi Piala Dunia FIFA yang terukir para juara sejak 1974. Sebelumnya, Piala Dunia memperebutkan trofi Jules Rimet pada 1930-1970. [foto:dok/miguel schincariol/AFP]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Piala-Dunia-200x112.jpg)

