NUSANTARA1.ID – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Gorontalo. Hingga beberapa hari pelaksanaan kegiatan, nilai transaksi yang tercatat di sejumlah kawasan usaha mencapai Rp290.822.500 dan diperkirakan masih akan terus bertambah seiring meningkatnya jumlah pengunjung.
Data yang dihimpun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Gorontalo menunjukkan tingginya aktivitas jual beli di berbagai titik pelaksanaan PENAS. Ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah yang hadir dalam kegiatan nasional tersebut menjadi pasar potensial bagi produk dan kuliner lokal.
Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, mengatakan PENAS tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan teknologi di sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Menurutnya, peningkatan omzet yang dirasakan pedagang menunjukkan bahwa event berskala nasional mampu menciptakan peluang usaha sekaligus memperluas promosi produk daerah kepada peserta yang datang dari seluruh Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, Viktor Asiku, menjelaskan pihaknya terus melakukan pendataan transaksi harian guna mengukur dampak ekonomi yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung.
Berdasarkan data sementara, transaksi terbesar berasal dari pedagang yang berjualan di kawasan depan Masjid Agung dan Taman Budaya dengan nilai penjualan mencapai Rp65,35 juta. Disusul area UMKM Kantor Bupati sebesar Rp55,84 juta, food court depan rumah dinas Rp32,4 juta, Kampung Kuliner Rp24,35 juta, serta kedai kopi depan Kantor Bupati sebesar Rp16,4 juta.
Selain itu, puluhan tenant dan pedagang kecil yang tersebar di kawasan kegiatan turut merasakan peningkatan jumlah pembeli dibanding hari-hari biasa. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya perputaran ekonomi yang tercipta selama pelaksanaan PENAS XVII.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis nilai transaksi akan terus meningkat hingga penutupan kegiatan pada 25 Juni 2026. Kehadiran peserta dari berbagai provinsi diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi jangka pendek, tetapi juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk-produk unggulan UMKM Gorontalo.
Pemkab Gorontalo juga berkomitmen untuk terus mendorong penguatan UMKM agar mampu memanfaatkan momentum kegiatan nasional sebagai sarana pengembangan usaha dan peningkatan daya saing produk lokal. (*)
![UMKM Festival UMKM dalam rangka PENAS Petani Nelayan. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/UMKM.jpg)

![Pedangan Pedagan asal Jakarta yang menjual kaos bertema Penas. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Pedangan-200x112.jpg)

![011 Tinjau Terminal Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus saat meninjau kesiapan Terminal Limboto. [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/011-Tinjau-Terminal-200x112.jpg)
![005 Bapas Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat menerima audiensi Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Gorontalo, I Putu Sukohartawan, di Ruang Kerja Bupati, Kamis 11 Juni 2026. [foto:dok/(F.Indra/Diskominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/005-Bapas-200x112.jpeg)
![010 Bupati UMKM Bupati Gorontalo Sofyan Puhi (kiri) saat memeriksa interior gerobak yang akan diserahkan ke UMKM [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/010-Bupati-UMKM-200x112.jpg)

