nusantara1.id, GORONTALO – Program remaja cakap digital (Recak Digital) yang dirintis dan tengah dijalankan Dinas Kominfo dan Statistik (Diskominfotik) menuai dukungan dari Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Irwan Mamesah.
Tak hanya sekedar mendukung, Aleg asal Dapil Bone Bolango itu juga meminta Diskominfotik untuk melanjutkan program tersebut.
“Kita bikin lagi program ini tahun depan, nanti kami tambah anggarannya. Kalau boleh lebih interaktif, ini baru satu hari nanti kedepan bisa dilaksanakan beberapa hari sambil praktek,” kata Irwan saat memberi sambutan pada pelaksanaan Recak Digital di SMA Negeri 1 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (8/11/2022).
Alasan Irwan Mamesah mendukung keberlanjutan program tersebut, karena menurutnya program itu penting untuk memberi literasi digital kepada siswa SMA/SMK sederajat.
Selain itu, kata Irwan, program Recak Digital merupakan kebutuhan warga di era internet. Edukasi penggunaan internet positif penting ditanamkan kepada remaja sejak dini.
“Internet ini seperti pisau. Jika dipakai ibu ibu bisa untuk mengiris ikan, sayur dan lainnya untuk dimasakan dan dimakan. Jika dipakai oleh orang mabuk bisa menusuk dan melukai orang lain,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Kadis Kominfo dan Statistik diwakili Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Zakiya Baserewan menyebut Recak Digital merupakan program baru di tahun 2022. Program ini menyasar siswa siswi SMA/SMK sederajat tentang materi etika bermedia sosial, keamanan digital serta refleksi dan aksi penggunaan internet.
Pada tahap awal, recak digital hanya menyasar 12 sekolah SMA/SMK sederajat. Belakangan program ini mendapat dukungan dari DPRD sehingga ditambah lima sekolah lagi pada APBD Perubahan 2022.
Program Recak Digital mendapat banyak atensi dari Instansi lain, seperti Densus 88 Anti Teror Polda Gorontalo dan Kanwil Hukum dan Ham Provinsi Gorontalo. Beberapa materi tentang terorisme dan kecakapan hukum diberikan bersamaan pada setiap pelaksanaan Recak Digital di sekolah.(*)