NUSANTARA1.ID – Prosesi ijab qabul antara Sukmawati (24) dan Farhan, oknum anggota polisi Gorontalo, batal digelar dan berubah menjadi proses baiat.
Hal itu terjadi setelah mempelai pria tak hadir di lokasi acara, pada Sabtu, 9 Agustus 2025 pagi.
Acara yang dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 Wita Itu sudah dipersiapkan sepenuhnya. Tamu undangan telah hadir, penghulu siap memimpin prosesi, dan seluruh perlengkapan pernikahan tersedia.
Namun, mempelai pria bersama keluarganya tidak kunjung datang hingga waktu yang ditentukan.
Sukmawati mengaku komunikasi dengan calon suaminya sudah mulai terganggu sejak malam sebelumnya.
“Jawabannya singkat, tanpa keterangan jelas,” ujarnya.
Padahal, diketahui dua hari sebelum acara, Farhan masih sempat mengantar undangan bersama dirinya.
Ketidakhadiran Farhan membuat keluarga mempelai perempuan terpukul. Ibunda Sukmawati bahkan harus dilarikan ke rumah sakit karena syok.
“Pagi saat ijab qabul batal, malam resepsi pun mereka tidak hadir,” ungkap sepupu Sukma, Zainudin Husain.
Bahkan, untuk menutupi hal itu, pihak keluarga mengubah agenda pernikahan menjadi baiat untuk syukuran terhadap salah satu gadis yang telah memasuki masa pubertas.
Kemudian, kata Sukma, keluarga Farhan baru mendatangi pihak keluarga Sukmawati setelah peristiwa ini ramai diperbincangkan di media sosial.
![Pernikahan Sukmawati (24) dan Farhan, oknum anggota polisi Gorontalo. [foto: istimewa]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/08/96ade406-2898-4d17-9b73-41eabbf15e18.jpeg)
![011 Evaluasi Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo saat memimpin ‘Gelar Operasi Triwulan’ [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/011-Evaluasi-200x112.jpg)


![Mahasiswa KKN Mahasiswa KKN Tematik UNG Sosialisasikan pemanfaatan air hujan di Desa Modelidu. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Mahasiswa-KKN-200x112.jpg)

![Panti Aksi sosial Lestra Vida di Panti Asuhan Al Inayah. [foto:ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Panti-200x112.jpg)

