Tarif Perumda Ake’u Banua Perlu Direvisi, 18 Tahun Gunakan Tarif Lama

Kantor Perumda Ake'u Banua. /ist
Kantor Perumda Ake'u Banua. /ist

NUSANTARA1.ID — Tarif sambungan baru air minum di Perumda Ake’u Banua ternyata sudah 18 tahun tak pernah berubah, meski harga bahan baku meroket hingga lima kali lipat.

Fakta ini diungkapkan Direktur Perumda Air Minum Ake’u Banua, Teguh P. Salainti, saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Teguh menyebut, tarif pemasangan baru yang berlaku sekarang masih mengacu pada keputusan tahun 2007, padahal harga komponen sudah melambung jauh.

Bacaan Lainnya

“Tarif yang kami gunakan saat ini untuk pemasangan baru masih tarif 2007, sudah sekitar 18 tahun. Sementara harga bahan baku sudah naik hingga 500 persen. Dalam kondisi ini kami bisa rugi sekitar Rp1 juta untuk setiap sambungan,” ungkap Teguh.

irektur Perumda Air Minum Ake'u Banua, Teguh P. Salainti. /nusantara1
Direktur Perumda Air Minum Ake’u Banua, Teguh P. Salainti. /nusantara1

Dengan rata-rata 10 sambungan baru per bulan, kerugian perusahaan bisa mencapai Rp10 juta setiap bulan hanya dari selisih biaya bahan.

Sebagai gambaran, harga meter air pada 2007 masih berkisar Rp75 ribu–Rp125 ribu, kini sudah tembus Rp390 ribu. Belum lagi kebutuhan material lainnya, yang kini ada sembilan bahkan akan bertambah jadi sepuluh jenis.

Teguh mengatakan pihaknya saat ini sedang menyusun skema tarif baru yang lebih realistis, menyesuaikan dengan kondisi harga bahan di pasaran.

“Kami sedang merancang skema kenaikan tarif yang sesuai. Begitu rampung, pasti kami sampaikan ke publik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, sesuai regulasi, penetapan tarif sambungan baru cukup melalui Surat Keputusan (SK) Direktur. Berbeda dengan tarif air bulanan yang diatur melalui Peraturan Bupati dan mengacu pada perhitungan khusus berdasarkan Permen.

Teguh berharap revisi tarif ini dapat segera diterapkan agar perusahaan tidak terus merugi, sekaligus tetap menjaga pelayanan sambungan baru bagi masyarakat. (*)

Pos terkait