NUSANTARA1.ID – Isu ketahanan pangan menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhammad Mardiono, di Kabupaten Bone Bolango, Selasa 10 Februari 2026.
Dalam agenda tersebut, ia menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya kesiapan Indonesia menghadapi dinamika global yang berdampak pada sektor pangan.
Mardiono menjelaskan bahwa kondisi dunia saat ini sedang berada dalam situasi yang tidak stabil akibat berbagai konflik yang terjadi di sejumlah negara. Ia menilai situasi tersebut bisa berpengaruh terhadap ketersediaan pangan global jika tidak diantisipasi sejak dini.
Menurutnya, beberapa konflik internasional masih berlangsung hingga saat ini, diantaranya Perang Rusia–Ukraina yang melibatkan Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy. Selain itu, ketegangan dalam Konflik Israel–Palestina juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas global.
Ia menuturkan, konflik di berbagai kawasan tersebut berdampak pada jalur perdagangan internasional, termasuk distribusi komoditas penting seperti gandum dan pupuk yang selama ini banyak dipasok dari kawasan Eropa Timur.
Gangguan pada rantai pasok global, kata dia, dapat memicu ketidakpastian ketersediaan bahan pangan di berbagai negara, termasuk negara yang masih bergantung pada impor.
Karena itu, Mardiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia telah mengambil langkah antisipasi dengan memperkuat sektor pangan dalam negeri. Presiden Prabowo, lanjutnya, menaruh perhatian besar terhadap upaya peningkatan produksi pangan nasional.
Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, Indonesia membutuhkan pasokan pangan yang besar dan stabil setiap tahunnya. Hal tersebut menjadi alasan mengapa sektor pertanian harus terus diperkuat.
Ia juga menekankan bahwa negara yang kuat adalah negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tanpa terlalu bergantung pada negara lain.
Dalam kesempatan tersebut, Mardiono mengajak para petani, penyuluh pertanian, serta pemerintah daerah untuk bersama-sama meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Menurutnya, dukungan daerah sangat penting untuk memastikan program ketahanan pangan nasional dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan peran aktif daerah dan para petani,” ujarnya.
Ia berharap berbagai potensi pertanian di daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga Indonesia mampu memperkuat kemandirian pangan di tengah ketidakpastian global. (*)
![002 Dana Pendidikan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Bantuan Dana Operasional Satuan Pendidikan 2026 jenjang SMP di Hotel Aston Kota Gorontalo, Kamis 1 Oktober 2026. [foto:dok/yudi/prokopim]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/002-Dana-Pendidikan-200x112.jpeg)
![002 Genjot Inovasi Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi dalam rakor Inovasi Daerah, Kamis 1 Oktober 2026, di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/002-Genjot-Inovasi-200x112.png)

![001 Penyaluran BBM Sebanyak 643 voucher BBM disalurkan ke Pebentor dan Ojol yang mana program telah dievaluasi oleh Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus, Kamis 1 Oktober 2026. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/001-Penyaluran-BBM-200x112.png)
![Ismet Mile Bupati Bone Bolango, Ismet Mile. [foto:dok/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/Ismet-Mile-200x112.jpg)
![001 Bonbol Pinogu Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa mendampingi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dalam kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Konservasi KSDAE terkait Pembangunan Akses Jalan Pinogu, Selasa 29 September 2026. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/001-Bonbol-Pinogu-200x112.jpeg)

