Hati-Hati, Penipu Intai Layanan Identitas Kependudukan Digital di Gorontalo 

Ilustrasi. Saat ini banyak warga yang mengaku dihubungi seseorang untuk layanan IKD./ ist
Ilustrasi. Saat ini banyak warga yang mengaku dihubungi seseorang untuk layanan IKD./ ist

NUSANTARA1.ID – Program pemerintah terkait layanan pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) masih menjadi incaran untuk mendapatkan data pribadi dan penipuan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Gorontalo, Yusrianto Kadir mengungkapkan bahwa hal itu turut terjadi pada sejumlah masyarakat di Kota Gorontalo.

“Ada penipuan yang mengatasnamakan Dukcapil, menelpon kepada warga untuk update data ataupun pembuatan IKD,” ungkapnya, Kamis, 7 Agustus 2025 saat ditemui di ruang kerjanya.

Bacaan Lainnya

Pihaknya kerap mendapatkan laporan dan pertanyaan mengenai pembaruan data dan informasi oleh Disdukcapil melalui telepon (by phone).

Pasalnya, sejumlah warga sering mendapatkan telepon dari nomor yang mengaku sebagai pegawai Disdukcapil untuk meminta data pribadi mereka.

“Oleh karena itu sekarang sudah sangat rawan penipuan-penipuan terkait dengan permintaan data dari warga, terutama yang mengatasnamakan Dinas Dukcapil Kota Gorontalo. Kemarin ada beberapa masyarakat yang masih mempertanyakan kepada kami,” jelasnya.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Gorontalo, Yusrianto Kadir saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 7 Agustus 2025. [foto:fikar/nusantara1].
Kepala Dinas Dukcapil Kota Gorontalo, Yusrianto Kadir saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 7 Agustus 2025. [foto:fikar/nusantara1].
Kemudian, mereka diminta untuk membayar sejumlah uang yang sering dinyatakan untuk pembayaran materai elektronik.

Ketika pembayaran dikirim, kata Yusrianto, data dan kata sandi bank otomatis langsung terkirim kepada penipu. Dalam hitungan detik, saldo pun akan raib disikat.

Untuk itu, Disdukcapil menega bahwa pelayanan melalui telepon itu tidak pernah dilakukan pegawai. Pelayanan hanya dilakukan secara langsung di kantor.

“Saya menyampaikan bahwa staf dari Dinas Dukcapil tidak pernah melakukan komunikasi lewat telepon untuk aktivasi identitas kependudukan, semua tetap harus dilayani di kantor. Jadi nomor itu agar diblokir saja, karena itu tidak ada layanan by phone,” tegas dia.

Sebagai tindak lanjut dalam mengantisipasi hal serupa kembali terjadi, pihaknya juga membuka pelayanan di hari libur selama bulan Agustus ini.

“Biasanya kami hanya buka dari hari Senin sampai hari Jumat, selama bulan Agustus kita akan melaksanakan pelayanan di hari Sabtu dan Minggu. Kami terus menggenjot untuk target dari aktivasi dan terkait dengan IKD ini, kami berharap kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh penipuan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait