Peringatan Tsunami BMKG, Aktivitas Warga Sangihe Tetap Normal

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari. [foto:nusantara1]
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari. [foto:nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Iimbauan yang dikeluarkan oleh BMKG akan dampak Tsunami yang merembes sampai ke beberapa wilayah di Indonesia termasuk Sulawesi Utara khususnya Kabupaten Kepulauan Sangihe cukup menarik perhatian. Namun demikian, tidak menimbulkan kepanikan pada warga.

Selama adanya imbauan BMKG, aktivitas warga terpantau berjalan dengan normal, baik aktivitas perkantoran maupun aktivitas masyarakat lainnya.

Awalnya, soal peringatan BMKG terkait adanya tsunami ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat Sangihe.

Bacaan Lainnya

Tanggapan masyarakat cukup beragam atas himbauan BMKG tersebut, ada yang menanggapi secara serius, namun ada juga yang tidak terlalu memperdulikannya.

Karena menurut mereka, perkiraan jarak yang sangat jauh, dan daerah yang berpotensi hanyalah Kabupaten Talaud.

Namun, untuk para siswa, pihak sekolah langsung cepat tanggap seperti SD inpres Dumuhung yang memulangkan siswanya setelah mendapatkan informasi tersebut.

Sementara itu Bupati Sangihe, Michael Thungari yang tetap memantau situasi dan perkembangan mengatakan bahwa masyarakat Sangihe tetap waspada dan jangan panik serta jangan mudah percaya dengan berita hoaks.

“Sekarang sudah pukul 15.00 Wita, sudah lewat dari estimasi waktu yang diprediksi. Namun demikian warga tetap diminta untuk waspada,” kata Thungari

Akan tetapi, untuk masyarakat yang tinggal di daerah pesisir diharapkan tetap waspada dan memantau perubahan alam yang terjadi.

“Sehingga ketika ada perubahan yang tidak biasa, diharapkan segera mencari tempat yang aman,” pungkasnya. (*)

Pos terkait