Diduga Keracunan Usai Hadiri Hajatan, 14 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit 

Salah satu pasien yang menjadi korban yang diduga keracunan akibat makanan yang disajikan di sebuah hajatan, di Kota Gorontalo. [Foto:Fikar Buntuan/Nusantara1]
Salah satu pasien yang menjadi korban yang diduga keracunan akibat makanan yang disajikan di sebuah hajatan, di Kota Gorontalo. [Foto:Fikar Buntuan/Nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Sedikitnya 14 warga Kota Gorontalo harus mendapat perawatan medis akibat dugaan keracunan makanan yang terjadi usai menghadiri sebuah hajatan di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, pada Ahad, 25 Mei 2025.

Peristiwa tersebut terungkap setelah sejumlah warga mengalami gejala mual, muntah, dan lemas usai mengkonsumsi hidangan dalam acara tersebut.

Salah satunya adalah cucu dari Hiyan Kuntula, yang menjadi salah satu korban dan kini harus dirawat.

Bacaan Lainnya

“Setelah makan, cucu saya langsung mengeluh mual dan ingin muntah. Dia bilang badannya terasa tidak enak,” tutur Hiyan kepada awak media saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Aloei Saboe, Senin 26 Mei 2025.

Wakil Direktur, Pelayanan, Diklat dan Keperawatan, Rumah Sakit Aloei Saboe, dr. Boby Harun Oko, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin 26 Mei 2025
Wakil Direktur, Pelayanan, Diklat dan Keperawatan, Rumah Sakit Aloei Saboe, dr. Boby Harun Oko, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin 26 Mei 2025

Tak hanya cucunya, ternyata beberapa warga lain yang juga menyantap makanan dalam acara itu mengalami kondisi serupa. Mereka pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

“Puluhan itu yang kena, sebagian ke rumah sakit lain,” cetusnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan, Diklat, dan Keperawatan RS Aloei Saboe, dr. Boby Harun Oko, membenarkan kejadian tersebut.

“Total ada sekitar 14 orang yang kami tangani, sebagian besar mengalami gejala yang mengarah pada keracunan makanan. Kasus ini mulai ditangani sejak Minggu malam,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, lima diantaranya merupakan pasien perempuan. Seluruh pasien saat ini masih dalam pengawasan tenaga medis.

Menanggapi kejadian ini, dr. Boby mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan dan kualitas bahan makanan, terutama saat mengolah makanan dalam jumlah besar untuk acara tertentu.

“Pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, hingga kebersihan lingkungan dapur harus menjadi perhatian utama agar terhindar dari risiko keracunan atau paparan virus,” tutupnya. (*)

Pos terkait