NUSANTARA1.ID – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengingatkan kepada semua pihak agar tidak terus terpecah akibat beda pilihan politik. Menurutnya, semua pihak harus segera kembali membangun persatuan dan rekonsiliasi.
Imbauan itu diberikan sebagai pencegahan munculnya perpecahan atau polarisasi di masyarakat selama tahapan Pemilu 2024. Pasalnya, sampai saat ini tahapan pemilu masih berjalan.
“Tentunya saya ingatkan bahwa kita jangan larut karena adanya perbedaan yang kemudian bisa membuat polarisasi. Namun bagaimana kita kembali bersatu, kita kembali melakukan rekonsiliasi,” kata Sigit, Jumat (1/3).
Sigit menjelaskan, seluruh elemen pemerintahan yang saat ini sedang berupaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi. Termasuk Polri yang bertugas menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Upaya ini harus dilakukan guna mencapai Visi Indonesia Emas 2045 yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Oleh karena itu, Polri memastikan semuanya terkendali.
“Walaupun terjadi perbedaan pendapat di dalamnya. Namun tentu bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan sebagai modal utama,” ucap Sigit.
“Stabilitas keamanan sebagai prasarana utama untuk betul-betul bisa menuju visi indonesia emas 2045 yang saat ini kita rasa kita semua sudah melihat angka-angkanya on the track,” tambahnya. (*)
![KM Virgo Operasi SAR KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.[foto:dok/afo/handout/basarnas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/KM-Virgo-200x112.jpeg)
![Naker 1 Menteri Ketenagakerjaan Yassierli usai membekali Calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial. [foto:dok/kemnaker]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/Naker-1-200x112.jpg)
![MBG Ilustrasi. P2G meminta guru dan siswa tak makan MBG, dan mendesak program tersebut dihentikan. [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/09/MBG-200x112.png)
![Ilustrasi SIM Palsu Ilustrasi. Masyarakat rela membayar Rp550 ribu untuk SIM C palsu. Padahal, SIM resminya hanya berkisar Rp100 ribu. [foto:dok/harianjogja]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/Ilustrasi-SIM-Palsu-200x112.jpeg)
![IKN Ilustrasi. Kejagung kawal pembangunan jalan senilai Rp 3,986 Triliun. [foto:dok/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/09/IKN-200x112.jpg)


