NUSANTARA1.ID – Puncak euforia Piala Dunia nampaknya akan terjadi pada Senin 20 Juli 2026 atau usai menyaksikan final yang sedianya tanya pada Pukul 03.00 Wita.
Namun, ada dampak yang kurang bagus ketika peluit terakhir berbunyi menandakan pertandingan resmi berakhir. Yakni, suporter pemenang akan melakukan konvoi di jalan yang dipastikan akan mengganggu pengguna jalan lainnya.
Guna mengantisipasi hal tersebut terlebih untuk siswa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad menegaskan agar siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk tidak ikut konvoi.
![Flyer yang dikeluarkan SMA Negeri 3 Kota Gorontalo. [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Konvoi2-200x112.png)
Lalu bagaimana jika ada siswa yang terlambat ke sekolah? Sudarman Samad mengungkapkan, siswa akan diberi tugas.
“Tugas yang dimaksud yakni tugas edukatif terkait nilai positif Piala Dunia,” katanya.
Perlu disampaikan bahwa setiap Senin, siswa diwajibkan ikut upacara bendera. Artinya, setiap siswa sudah harus berada di sekolah pada Pukul 06.45 Wita.
Imbauan ini juga ditujukan kepada orang tua siswa agar sama-sama menjaga agar anak tidak ikut konvoi, dan tetap ikut proses belajar di sekolah.
Sebagian sekolah juga sudah mengeluarkan imbauan yang telah diedar di grup whatsapp (WA) orang tua. Misalnya, SMA Negeri 3 Kota Gorontalo, telah mengedarkan flyer larangan konvoi serta tugas yang harus dilakukan jika terlambat masuk sekolah. (*)



![006 Kolaborasi Penjajakan kerja sama antara Pemda Kabupaten Gorontalo dengan Thryve.Earth di Rumah Jabatan Bupati Gorontalo, Selasa 13 Oktober 2026. [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/006-Kolaborasi-200x112.png)
![005 Inspektorat Entry meeting bersama tim Inspektorat Provinsi Gorontalo di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Selasa 13 Oktober 2026. [foto:do/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/005-Inspektorat-200x112.png)


