Operasi PENAS Otanaha Dimulai, Polda Gorontalo Fokus Pengamanan Jalur dan Objek Vital

Apel Gelar Pasukan pengamanan PENAS Tani dan Nelayan oleh Polda Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]
Apel Gelar Pasukan pengamanan PENAS Tani dan Nelayan oleh Polda Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Polda Gorontalo resmi memulai Operasi Penas Otanaha 2026 dengan menggelar Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pekan Nasional (PENAS) Tani Nelayan XVII 2026 di Halaman Kantor Bupati Gorontalo, Rabu 17 Juni 2026. 

Operasi ini difokuskan pada pengamanan jalur kedatangan dan kepulangan peserta, lokasi kegiatan, penginapan, hingga objek-objek vital yang menjadi pusat aktivitas selama pelaksanaan PENAS.

Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo melalui Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Gorontalo, Kombes Pol. Pramono Jati, SIK, MT, mengatakan apel gelar pasukan merupakan tahap akhir pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta mekanisme koordinasi antarinstansi yang akan terlibat dalam pengamanan kegiatan berskala nasional tersebut.

Bacaan Lainnya

“Apel ini sekaligus menjadi wujud komitmen dan kesiapan kita dalam memberikan jaminan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan PENAS KTNA XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo,” ujar Pramono saat membacakan amanat Kapolda Gorontalo.

Menurutnya, PENAS Tani Nelayan XVII akan berlangsung selama tujuh hari, mulai 17 hingga 25 Juni 2026 dan direncanakan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. Kegiatan ini akan diikuti peserta dari 38 provinsi yang terdiri atas petani, nelayan, pelaku usaha, penyuluh, akademisi, serta pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Tingginya mobilitas peserta dan tamu undangan selama kegiatan berlangsung membuat aparat keamanan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan. Mulai dari kemacetan lalu lintas, kecelakaan, gangguan kesehatan, bencana alam, hingga ancaman keamanan lainnya.

Untuk mendukung pengamanan, Polda Gorontalo mengerahkan 706 personel yang terdiri dari 331 personel Polda Gorontalo, 250 personel Polres Gorontalo, 75 personel Polresta Gorontalo Kota, dan 50 personel Polres Bone Bolango.

Ratusan personel tersebut dibagi dalam enam satuan tugas, yakni Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Kamseltibcarlantas, Satgas Penegakan Hukum, Satgas Penindakan, dan Satgas Bantuan Operasi.

Pramono menegaskan seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan. Selain itu, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur pendukung menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengamanan.

Ia juga menginstruksikan agar personel mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif melalui deteksi dini, pemetaan kerawanan, patroli rutin, pengaturan lalu lintas, serta edukasi kepada masyarakat guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban.

“Keberhasilan operasi tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, melainkan melalui kerja sama yang kuat dan terintegrasi,” tegasnya.

Di akhir amanat, Pramono menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan instansi terkait yang telah mempersiapkan pengamanan PENAS Tani Nelayan XVII. Ia optimistis dengan kesiapan personel, dukungan sarana prasarana, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan agenda nasional tersebut dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses. (*)

Pos terkait