NUSANTARA1.ID – Nilai ekspor Provinsi Gorontalo pada September 2025 tercatat 7,65 juta dolar AS, turun 23,64 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 10,01 juta dolar AS.
Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menjelaskan ekspor terbesar berasal dari komoditas kayu dan produk turunannya (HS 44) dengan nilai 2,82 juta dolar AS, diikuti oleh ekspor buah dan biji/kacang (HS 08) sebesar 4,51 juta dolar AS.
“Ekspor Gorontalo masih didominasi pengiriman ke Jepang dan negara-negara Uni Eropa seperti Jerman, Rusia, dan Polandia,” ujar Dwi.
BPS juga mencatat tidak ada aktivitas impor di Gorontalo pada September 2025. Dengan kondisi itu, neraca perdagangan Gorontalo tetap surplus sebesar 7,64 juta dolar AS.
Selama Januari–September 2025, total nilai ekspor Gorontalo mencapai 66,54 juta dolar AS, meningkat 44,28 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Tren positif ekspor ini memperlihatkan potensi besar dari sektor kayu dan hasil pertanian olahan untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Dwi menegaskan, capaian ekspor ini menunjukkan potensi besar sektor kayu dan pertanian olahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)



![002 PLN Panti Asuhan PLN Nusantara Power UP Gorontalo menyerahkan bantuan kepada panti asuhan melalui Program Derma Nusantara Volume 2. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/002-PLN-Panti-Asuhan-200x112.jpg)

![009 Ranperda Perizinan Penyerahan naskah Ranperda oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail kepada Ketua DPRD, Idrus MT. Mopili.[foto:dok/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/009-Ranperda-Perizinan-200x112.jpg)

