NUSANTARA1.ID – Di tengah keterbatasan akses pendidikan formal di beberapa wilayah, sekelompok anak muda Gorontalo di Kabupaten Bone Bolango menghadirkan inisiatif pendidikan alternatif bernama Sekolah Kampung.
Gerakan ini berawal dari kegiatan belajar kecil bersama anak-anak sekitar, yang kemudian berkembang menjadi ruang belajar terbuka bagi siapa saja.
Indira Lomban, salah satu penggerak Sekolah Kampung, menjelaskan gerakan ini mulai dirintis pada 2021.
Awalnya kegiatan dilakukan di sebuah gilingan padi dan berbagai tempat yang dijadikan ruang belajar sementara.
“Sekolah Kampung lahir dari kegiatan sederhana, belajar bersama anak-anak di sekitar. Siapa pun bisa datang membagi pengalaman dan pengetahuan, tidak harus guru atau orang berpendidikan tinggi. Petani pun bisa berbagi cerita tentang proses bertani,” ujar Indira Lomban saat ditemui Sabtu, 18 Oktober 2025.
![Indira Lomban, salah satu Penggerak Sekolah Kampung saat diwawancarai, Sabtu, 18 Oktober 2025 [foto:fikar/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/10/Sekolah-Kampung2.jpg)
Kegiatan belajar biasanya dilakukan setiap Sabtu sore mulai pukul 15.00 hingga menjelang Magrib. Peserta yang datang biasanya antara 10 hingga 15 anak setiap pertemuan.
“Materinya bebas, bisa membaca cerita, belajar tentang alam, lingkungan, atau hal-hal sederhana di sekitar mereka. Pembelajarannya lebih terbuka dan membuka ruang ekspresi bagi anak-anak,” jelas Indira.
Katanya, Sekolah Kampung tidak berorientasi menjadi lembaga formal. Tujuannya sederhana: jaga lingkungan, menciptakan ruang aman dan inklusif bagi anak-anak dan pengetahuan lokal basis produksi.
“Yang paling penting bagi kami adalah anak-anak punya ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan membuat mereka sadar pentingnya menjaga alam,” tambahnya.
Dukungan masyarakat dan orang tua juga sangat besar terhadap langkah positi ini. Beberapa warga bahkan menyediakan rumah dan lahan untuk dijadikan tempat belajar.
Saat ini, gerakan Sekolah Kampung dikelola oleh lima penggerak utama dibantu para relawan di empat titik wilayah.
Mereka terus berupaya menumbuhkan semangat belajar di kalangan anak-anak pedesaan.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut atau ingin berpartisipasi, informasi dapat diakses melalui akun Instagram resmi Sekolah Kampung.
“Siapa tahu ada anak-anaknya yang ingin diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan kami, kan. Bisa hubungi kami juga lewat WA atau Instagram,” pungkas Indira. (*)
![002 Dana Pendidikan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Bantuan Dana Operasional Satuan Pendidikan 2026 jenjang SMP di Hotel Aston Kota Gorontalo, Kamis 1 Oktober 2026. [foto:dok/yudi/prokopim]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/002-Dana-Pendidikan-200x112.jpeg)
![002 Genjot Inovasi Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi dalam rakor Inovasi Daerah, Kamis 1 Oktober 2026, di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/002-Genjot-Inovasi-200x112.png)

![001 Penyaluran BBM Sebanyak 643 voucher BBM disalurkan ke Pebentor dan Ojol yang mana program telah dievaluasi oleh Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus, Kamis 1 Oktober 2026. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/001-Penyaluran-BBM-200x112.png)
![Ismet Mile Bupati Bone Bolango, Ismet Mile. [foto:dok/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/Ismet-Mile-200x112.jpg)
![001 Bonbol Pinogu Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa mendampingi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dalam kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Konservasi KSDAE terkait Pembangunan Akses Jalan Pinogu, Selasa 29 September 2026. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/001-Bonbol-Pinogu-200x112.jpeg)

