Terkait Pembangunan RS Ainun Habibie, DPRD Gorontalo Temui Komisi IX DPR RI 

Pertemuan Komisi IV, Komisi I DPRD Gorontalo bersama Komisi IX DPR RI. [foto:dok/humas]
Pertemuan Komisi IV, Komisi I DPRD Gorontalo bersama Komisi IX DPR RI. [foto:dok/humas]

NUSANTARA1.ID – Komisi IV bersama Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Komisi IX DPR RI, Kamis 8 Oktober 2026. 

Rombongan dipimpin Wakil Ketua I DPRD Ridwan Monoarfa bersama Ketua Komisi IV Ikbal Al Idris, Sekretaris Komisi IV Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, Darsianti Tuna, Djoni Dalanggo, serta anggota Komisi I Yeyen S. Sidiki dan Ekwan Ahmad.

Agenda utama membahas persoalan tenaga kerja, pendidikan, kesehatan, khususnya pengembangan RS Ainun Habibie. Ketua Komisi IV Ikbal Al Idris menyebut pihaknya mendapat respons positif, termasuk dari Anggota Komisi IX Obon Tabroni Fraksi Gerindra.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah dapat jawaban yang baik, terutama terkait tenaga kerja. Yang paling urgen adalah persoalan RS Ainun Habibie. Insyaallah akan kita diskusikan lebih lanjut dengan Komisi IX,” ujar Ikbal.

Ia mengatakan Komisi IX berencana berkunjung langsung ke Gorontalo untuk melihat kondisi RS Ainun Habibie. Menurutnya, RS Ainun memiliki nilai strategis karena menyandang nama Ainun dan B.J. Habibie.

Dukungan pusat diharapkan bisa mendorong peningkatan status dan fasilitas. Sementara itu, Anggota Komisi IV, Darsianti Tuna, menjelaskan kendala utama yakni tidak adanya alokasi DAK 2027 untuk RS Ainun Habibie.

Untuk naik status menjadi tipe B dengan 200 tempat tidur, gedung lima lantai harus rampung. Lantai satu ditargetkan beroperasi akhir 2026, sementara empat lantai lainnya butuh anggaran Rp60 miliar. Selain itu, RS Ainun telah dipilih Kemenkes menjadi Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) berbasis hospital based.

“RS pendidikan harus lengkap sarana prasarana sebelum program berjalan. Dukungan DPR RI, khususnya Komisi IX, dapat membawa angin segar,” kata Darsianti.

Olehnya Komisi IV berharap kunjungan Komisi IX ke Gorontalo segera terealisasi agar kebutuhan RS Ainun mendapat dukungan pemerintah pusat. (*)

Pos terkait