Pembangunan Masjid Raya, DPRD Gorontalo Lihat Ada Potensi Religi Ekonomi

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Idrus usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Gorontalo, Jumat, 12 Desember 2025. [foto: fikar/nusantara1]
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Idrus usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Gorontalo, Jumat, 12 Desember 2025. [foto: fikar/nusantara1]

NUSANTARA1.ID — Pembangunan Masjid Raya Gorontalo, ‘Gorontalo Islamic Centre’ turut mendapat perhatian dari DPRD Provinsi Gorontalo.

Anggota DPRD, Hamzah Idrus mengatakan bahwa adanya pembangunan masjid agung ini dapat membawa dampak positif terhadap lingkungan sekitar. Baik dalam aspek religi hingga ekonomi.

“Pastinya ini kami dukung, karena ini proyek yang bisa membawakan perkembangan ekonomi dan peningkatan dalam aspek religi di masyarakat,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Hamzah melihat ini menjadi salah satu peluang untuk menciptakan ikon baru Gorontalo yang menyandang daerah ‘Serambi Madinah’.

Terlebih, lokasi yang dinilainya strategis ini dapat membuka peluang baru untuk mendorong para pelaku UMKM.

“Di sini juga strategis, kalau kata Pak Gub ini segitiga emas, berpotensi jadi salah satu tempat pengembangan UMKM,” ujar Hamzah.

Perlu disampaikan bahwa pembangunan Masjid Raya Gorontalo dilakukan di Desa Talulobuti, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat, 12 Desember 2025.

Peletakan batu pertama dipimpin langsung Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, didamping Wakil Gubernur, Idah Syahidah Rusli Habibie dan sejumlah pejabat daerah hingga tokoh adat dan tokoh agama.

Diketahui, pembangunan masjid ini memang sudah direncanakan jauh sebelumnya, dan kali ini bisa direalisasikan hingga ditargetkan rampung pada 2028.

“Hari ini sudah peletakan batu pertama, dan ditargetkan sekitar dua sampai tiga tahun waktu pengerjaan,” ungkapnya usai peletakan batu pertama.

Sementara, dana yang telah dikantongi pemerintah dan panitia sekitar Rp3,5 miliar. Pembiayaan masjid juga bukan hanya dari pemerintah, namun memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin membangun bersama melalui infak.

“Kami buka infak dari seluruh masyarakat Gorontalo maupun dari luar bisa sama-sama membangun. Karena memang hal seperti ini tidak masuk ke APBD, hanya ada hibah saja,” ujarnya.

Harapan, dengan adanya pembangunan ini dapat membawa pertumbuhan dan mendorong berbagai kegiatan berbasis sosial, agama dan budaya di Gorontalo Islamic Centre untuk generasi muda Gorontalo.  (*)

Pos terkait